Header Logo Gantari TV

 

Gerakan Sedekah Seribu Perak (Gebrak) dan KLM dalam Penyediaan Sumber Dana untuk Menyediakan Dapur Umum

GANTARI.ID BEKASI, – Angka penyebaran wabah Covid-19 di Kota Bekasi melonjak tinggi. Di berbagai wilayah, warga bahu membahu membantu warga lainnya yang terpapar dan yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Di kelurahan Jatirangga, kecamatan Jatisampurna, 58 warganya terpapar Covid-19, 3 diantaranya dirawat di rumah sakit sedangkan 55 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

KOTA BEKASI, (********) - Angka penyebaran wabah Covid-19 di Kota Bekasi melonjak tinggi. Di berbagai wilayah, warga bahu membahu membantu warga lainnya yang terpapar dan yang sedang menjalani isolasi mandiri.  Di kelurahan Jatirangga, kecamatan Jatisampurna, 58 warganya terpapar Covid-19, 3 diantaranya dirawat di rumah sakit sedangkan 55 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.   "Memang sampai dengan saat ini angka penyebaran Covid-19 masih tinggi termasuk juga di kelurahan Jatirangga, kita terdata ada 58 jiwa, ada 3 orang memang sedang dirawat di rumah sakit dan sisanya memang OTG dan sedang menjalani isolasi mandiri,"kata Lurah Jatirangga Ahmad Apandi kepada media pada Selasa (29/06).  Lurah Jatirangga Ahmad Apandi bersama unsur tiga pilar lain menyalurkan langsung bantuan paket sembako kepada warga yang sedang menjalani isoman. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di area rumah warga yang terpapar Covid-19.  "Kami dari satgas kelurahan Jatirangga, hari ini bersama tiga pilar dan juga unsur masyarakat melakukan penyemprotan dan memberikan bantuan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan kami juga kita memberikan tanda stiker untuk warga dalam rangka isoman sehingga kita bisa memonitoring kapan mulai isoman dan kapan dia selesai," tambahnya.  Bukan hanya itu, dapur umum juga disiapkan untuk membantu konsumsi warga yang isoman. Berkerjasama dengan komunitas Gebrak setiap harinya memasak 50 bungkus nasi beserta lauk pauknya.  "Kami memberikan paket sembako dan nasi siap santap dan layak yang dihasilkan dari dapur umum yang kita buat," ujar lurah menambahkan.  Lurah menambahkan bahwa upaya terus dilakukan diantaranya memaksimalkan peran dan fungsi RW siaga serta RT sehingga terbentuk pos yang bersifat mikro untuk mengantisipasi lonjakan angka warganya  "Jadi kalau seandainya memang kasus aktif  di RT itu juga tinggi maka kita persiapkan lockdown lokal,"katanya.  Tiga pilar juga mengandeng relawan yang tergabung dalam Gerakan Sedekah Seribu Perak (Gebrak) dan KLM dalam penyediaan sumber dana untuk menyedikan dapur umum.  "Kita mendorong pemberdayaan masyarakat dalam penanganan pandemik ini jadi warga yang tergabung di dalam gerakan Gebrak dan juga KLM ikut membantu warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri," pungkasnya.  Gerakan Sedekah Seribu Perak (Gebrak) merupakan wadah masyarakat dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Para anggota gebrak sendiri akan diberikan celengan yang akan diisi seribu rupiah pada setiap harinya.  Namun, gerakan tersebut ternyata membuahkan hasil dengan mengumpulkan dana untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.     Dana yang terkumpul tersebut nantinya juga akan dipergunakan untuk membantu warga lain yang membutuhkan, di samping membantu warga terdampak Covid-19.  Ketua Gebrak Yayah Rokayah menuturkan bahwa gerakan tersebut memang secara rutin dilakukan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Hari ini dia bersama warga lainnya bahu membahu memasak untuk warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.  "Hari kita memasak untuk warga yang terdampak Covid-19, sebanyak 50 bungkus lebih," kata Yayah.  Kegiatan sosial lainnya juga rutin dilakukan oleh Gebrak dengan menyasar warga yang dirasa sangat membutuhkan, diantaranya santunan anak Yatim dan menjenguk warga jika ada warganya yang sakit.  "Kita juga ada gerakan Sedekah bagi ada yang sakit, dari kota untuk kita, kadang ada yang sakit kita jengukin, kegiatan sosial lah," pungkasnya. (*****)

“Memang sampai dengan saat ini angka penyebaran Covid-19 masih tinggi termasuk juga di kelurahan Jatirangga, kita terdata ada 58 jiwa, ada 3 orang memang sedang dirawat di rumah sakit dan sisanya memang OTG dan sedang menjalani isolasi mandiri,”kata Lurah Jatirangga Ahmad Apandi kepada media pada Selasa (29/06).

Lurah Jatirangga Ahmad Apandi bersama unsur tiga pilar lain menyalurkan langsung bantuan paket sembako kepada warga yang sedang menjalani isoman. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan di area rumah warga yang terpapar Covid-19.


“Kami dari satgas kelurahan Jatirangga, hari ini bersama tiga pilar dan juga unsur masyarakat melakukan penyemprotan dan memberikan bantuan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri dan kami juga kita memberikan tanda stiker untuk warga dalam rangka isoman sehingga kita bisa memonitoring kapan mulai isoman dan kapan dia selesai,” tambahnya.

Bukan hanya itu, dapur umum juga disiapkan untuk membantu konsumsi warga yang isoman. Berkerjasama dengan komunitas Gebrak setiap harinya memasak 50 bungkus nasi beserta lauk pauknya.

“Kami memberikan paket sembako dan nasi siap santap dan layak yang dihasilkan dari dapur umum yang kita buat,” ujar lurah menambahkan.

Lurah menambahkan bahwa upaya terus dilakukan diantaranya memaksimalkan peran dan fungsi RW siaga serta RT sehingga terbentuk pos yang bersifat mikro untuk mengantisipasi lonjakan angka warganya

“Jadi kalau seandainya memang kasus aktif di RT itu juga tinggi maka kita persiapkan lockdown lokal,”katanya.

Tiga pilar juga mengandeng relawan yang tergabung dalam Gerakan Sedekah Seribu Perak (Gebrak) dan KLM dalam penyediaan sumber dana untuk menyedikan dapur umum.

“Kita mendorong pemberdayaan masyarakat dalam penanganan pandemik ini jadi warga yang tergabung di dalam gerakan Gebrak dan juga KLM ikut membantu warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri,” pungkasnya.

Gerakan Sedekah Seribu Perak (Gebrak) merupakan wadah masyarakat dalam menjalankan kegiatan sosialnya. Para anggota gebrak sendiri akan diberikan celengan yang akan diisi seribu rupiah pada setiap harinya.

Namun, gerakan tersebut ternyata membuahkan hasil dengan mengumpulkan dana untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dana yang terkumpul tersebut nantinya juga akan dipergunakan untuk membantu warga lain yang membutuhkan, di samping membantu warga terdampak Covid-19.

Ketua Gebrak Yayah Rokayah menuturkan bahwa gerakan tersebut memang secara rutin dilakukan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Hari ini dia bersama warga lainnya bahu membahu memasak untuk warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Hari kita memasak untuk warga yang terdampak Covid-19, sebanyak 50 bungkus lebih,” kata Yayah.

Kegiatan sosial lainnya juga rutin dilakukan oleh Gebrak dengan menyasar warga yang dirasa sangat membutuhkan, diantaranya santunan anak Yatim dan menjenguk warga jika ada warganya yang sakit.

“Kita juga ada gerakan Sedekah bagi ada yang sakit, dari kota untuk kita, kadang ada yang sakit kita jengukin, kegiatan sosial lah,” pungkasnya.

Johannes

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: