Relokasi Harimau Sumatera Ke Taman Nasional Gunung Leuser

 1,571 kali dibaca |

Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin betina berusia remaja muncul pada Agustus 2020. Harimau betina berusia 2,8 tahun menampak diri di kawasan pemukiman yang berada di dekat hutan Tapanuli Utara Selatan, Sumatera Utara.

Saat ditemukan, berat badan harimau betina tersebut sekitar 45 kg. Rehabilitasi pertama dilakukan di kawasan Barumun dengan memberi makanan bernutrisi hingga mencapai bobot 60 kg.  Suaka Harimau Barumun Nagari berlokasi di Aek Godang, Barumun, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Melewati masa karantina selama 3 bulan, kondisi fisik harimau tersebut menunjukan kemajuan dan perbaikan. Dari hasil pengamatan, diperoleh bahwa sifat alami harimau betina tersebut begitu menonjol. Hal yang menjadi catatan penting untuk mempersiapkan proses pelepasliaran kembali hewan harimau betina tersebut ke habitat yang asli.

Seperti karakter keluarga kucing lain, hewan harimau memiliki wilayah kekuasaan masing-masing dan masing-masing menjaga territorial miliknya dengan gigih dan waspada. Oleh sebab itu, pihak Forum Konservasi Leuser (FKL) menyiapkan proses pemindahan harimau sumatera betina tersebut ke hutan Gunung Bendahara, Kappi, Gayo Lues, Aceh.

Proses pemindahan menempuh perjalanan darat selama 20 jam dari Barumun Tapanuli Utara hingga ke daerah Aceh Tenggara. Untuk kemudian harimau betina tersebut diterbangkan ke kawasan hutan Kappi, Gayo, Aceh.

Ada beberapa kriteria yang mendasari pemilihan Hutan Kappi sebagai lokasi tempat pelepasan liar kembali harimau sumatera betina tersebut.


Kriteria pertama, areal kawasan Hutan Kappi, Aceh cukup luas dengan vegetasi pepohonan yang memadai dan terhitung sempurna untuk menampung sekitar 100 ekor harimau secara bersamaan.

Kriteria kedua, masih terdapat habitat hewan liar yang mencukupi jumlah kebutuhan makanan, sekaligus memberikan rasa jaminan untuk keberlangsungan harimau betina tersebut di kemudian hari. Dari pemeriksaan awal tim konservasi, terdapat hewan babi hutan, kijang dan hewan liar lain sebagai sumber makanan

Kriteria ketiga, terdapat banyak aliran sungai yang memberikan suplai minuman bagi hewan liar sekaligus bagi harimau betina tersebut.

Kriteria keempat, kawasan Hutan Kappi, Gayo, Aceh berada jauh dari kawasan pemukiman penduduk. Hal ini mengurangi resiko munculnya potensi konflik antara harimau betina tersebut dengan manusia.

Kriteria kelima, kawasan Hutan Kappi memiliki sekitar 80 ekor harimau sumatera. Diharapkan hewan harimau betina tersebut dapat menemukan jodoh dan berkembang biak dengan baik tanpa harus terganggu dengan kehadiran manusia ataupun menimbulkan gangguan kepada warga masyarakat.

 

Jefry Susyafrianto, selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, menuturkan bahwa hewan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, Pemerintah sangat menaruh perhatian terhadap kelestarian dan pemulihan kembali populasi hewan harimau sumatera.

Radio Online

 

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

 

 

 

 

 

 



Jerry

Jerry

Lahir di Medan, Jerry menaruh minat pada ilmu manajemen dan lingkungan hidup. Saat ini, bergabung di Gantari TV sebagai kontributor berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *