Header Logo Gantari TV


Usai Merger Gojek dan Tokopedia, Peluncuran Saham GoTo Ditunggu Publik

Usai merger dua start-up unicorn antara Gojek dan Tokopedia, maka banyak pihak  menantikan peluncuran saham publik dari GoTo.

Dilansir dari media CNBC Indonesia yang diterbitkan pada Selasa, 18 Mei 2021, berdasarkan data dan analisa yang dilakukan oleh JP Morgan maka disebutkan bahwa perusahaan induk GoTo berpotensi memberi pengaruh yang signifikan terhadap kondisi pasar dan perekenomian di tanah air.

JP Morgan sendiri merupakan salah satu perusahaan jasa pelayanan finansial yang beroperasi secara global. JP Morgan kerap kali bekerjasama dengan pihak pemerintahan, pihak korporasi dan perusahaan serta institusi keuangan lain.

JP Morgan menyatakan bahwa kehadiran GoTo dapat mempengaruhi 3 aspek di tanah air yaitu :

 

PENGARUH PERTAMA : Persaingan Usaha Semakin Kompetitif

Level persaingan bisnis dan usaha di tanah air bakal mengalami peningkatan. Di bisnis transaksi secara online berdampak pada persaingan antara Shopee dan Tokopedia. Di bisnis jasa transportasi dan bisnis terkait memiliki dampak pada persaingan antara Gojek dan Grab.

Milosti OilWarga Mencatat AmalmuSpace Iklan

Diketahui bahwa Shopee merupakan situs dan aplikasi transaksi dibawah naungan SEA Group dan memiliki kantor pusat di Singapura. Wilayah operasional Shopee berfokus di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan. Sedangkan Tokopedia merupakan situs dan aplikasi aplikasi transaksi secara online yang diluncurkan pada 17 Agustus 2009 di Indonesia. Pendiri awal dari Tokopedia adalah William Tanuwijaya dan L. Alpha Edison.

Grab merupakan perusahaan yang di jasa transportasi yang berkantor di Singapura. Berdiri sejak Juni 2012 oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling. Sedangkan Gojek merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di jasa angkutan, transportasi serta bidang usaha yang terkait lainnya. Berdiri sejak tahun 2010 di Jakarta, Indonesia oleh Nadiem Makarim.

Kompetisi antara Tokopedia dan Shopee serta kompetisi antara Gojek dan Grab merupakan perebutan pangsa pasar dari bisnis dan ekonomi digital berbasis aplikasi mobile di Indonesia. Saat ini, populasi warga masyarakat Indonesia menduduki posisi ke-4 dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Dengan jumlah total sekitar 273 juta jiwa dan masyarakat yang semakin terbuka dan aktif di ekonomi digital, maka Indonesia merupakan pasar yang menarik.

 

PENGARUH KEDUA : Nilai Kapitalisasi Pasar Yang Besar

Perusahaan induk GoTo memiliki potensi untuk menjadi perusahaan terbesar ke-2 di Indonesia, berdasarkan nilai kapitalisasi pasar (Market Cap Value). Menurut estimasi yang dilakukan oleh Bloomberg, nilai kapitalisasi pasar dari GoTo mencapai US$ 35 Miliar – US$ 40 Miliar.

Di Indonesia, perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar masih dipegang oleh Bank Central Asia (BCA) dengan perkiraan sekitar US$ 56 miliar. Selanjutnya dipegang oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan perkiraan sekitar US$ 34 miliar, PT Telkom dengan nilai sekitar US$ 22 miliar dan grup Astra Internasional dengan perkiraan sekitar US$ 15 miliar.

Sebagai perbandingan kompetitor dari Tokopedia, yakni Shopee (SEA GROUP – Singapura) memiliki kapitalisasi pasar berkisar US$ 112 miliar. Sedangkan pesaing dari Gojek, yaitu GRAB (Singapura) memiliki kapitalisasi pasar berkisar US$ 40 miliar. Nilai tersebut mengacu pada data milik Bloomberg Finance per 17 Mei 2021.

 

PENGARUH KETIGA : Kepemimpinan Sektor Teknologi

Dengan penggabungan antara Gojek dan Tokopedia, maka perusahaan induk GoTo memiliki potensi melakukan kepemimpinan di sektor teknologi. Dengan menggunakan skala MSCI (Morgan Stanley Capital International), maka posisi GoTo berada di rentang nilai 10% – 20%.

Proses merger Gojek dan Tokopedia juga memberi dampak bagi para pemegang saham, seperti pihak Astra dan Telkom tercatat sebagai investor di bisnis dan usaha Gojek. Selain itu, operasional Bank Jago (ARTO) memiliki potensi untuk meluaskan wilayah operasi di ekosistem perbankan digital di bidang usaha milik Tokopedia. Tercatat bahwa sekitar 21,4 persen saham dari Bank Jago (ARTO) masih dikuasai oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa, yang juga menaungi bisnis GO-Pay.

 

Pada kesempatan yang berbeda, pihak Samuel Sekuritas Indonesia menyampaikan bahwa berdasarkan valuasi nilai Grup GoTo, serta jumlah mitra kerja di Gojek, jumlah mitra pedagang di Tokopedia serta jumlah pengguna aktif di Gojek dan konsumen aktif di Tokopedia, maka peluncuran penawaran saham perdana ke publik dari Grup GoTo bakal dinanti oleh khalayak ramai. Bukan saja menyita sorotan dan menarik minat dari investor tanah air, namun juga dinanti oleh kalangan investor global dari luar negeri.

Ulam Taro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *