Logo Header Gantari.id


Veteran Sambangi Baskami diskusikan Penanaman Nilai Juang ’45 Ke Generasi Muda

Share

SUMUT, Gantari.id – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Markas Daerah Sumatera Utara berkunjung ke DPRD Sumatera Utara, Senin (30/1/2021).

Ketua LVRI Sumatera Utara, Mardjono mengatakan kedatangan tersebut guna bertatapmuka langsung dengan Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting.

“Kami akan berdiskusi mengenai penanaman nilai juang 45 bagi generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Mardjono, bagi para veteran bersedia diajak sebagai penatar nilai juang ’45 pada para generasi muda.

” Banyak generasi muda membuat hal-hal yang kreatif, tetapi kita mesti tidak boleh melupakan perjuangan para pahlawan yang telah tiada, baik merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Mardjono mengatakan, veteran terbagi tiga klasifikasi. Pertama, veteran yang berjuang merebut kemerdekaan hingga proklamasi 1945.

“Kemudian para veteran yang mempertahankan kemerdekaan baik dari Agresi Militer Belanda, hingga operasi Seroja di Timor-Timor,” jelasnya.

Klasifikasi terakhir, kata Mardjono yakni veteran yang berasal dari para tentara yang ikut berkiprah dalam pasukan perdamaian dunia di bawah kendali PBB.

“Tentara yang berhadapan dengan pihak asing, dalam daerah konflik juga masuk ke dalam veteran,” jelasnya.

Di Sumatera Utara, lanjut Mardjono jumlah veteran sebanyak 2500. Sedangkan Kota Medan terdapat sebanyak 260 veteran, termasuk para janda.

“Menurut saya, para veteran yang masih diberi kesanggupan, ingin berkiprah menanamkan nilai juang itu kepada generasi muda. Kami siap membantu pemerintah,” tambahnya.

Bagi Mardjono, penanaman nilai juang ’45 kepada generasi muda mampu membentengi generasi penerus dari paham-paham radikal yang mengancam keutuhan bangsa.

“Kita sama mengetahui adanya paham radikal yang hendak mengganti Pancasila ini. Maka saya kira kita harus tanamkan terus nilai juang 45 dan rasa cinta tanah air kepada generasi muda,” ungkapnya.

Menurut Mardjono, para pejuang ’45 wajib mewariskan rasa cinta tanah air, percaya diri, pantang menyerah, rela berkorban dan mengutamakan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi.

Mardjono mengatakan, veteran memiliki kantor sejak era Presiden Sukarno.

“Bung Karno menghimpun para veteran dan dibuatkan kantor. Maka kantor veteran itulah satu-satunya kantor organisasi di luar negara yang dibuat oleh pemerintah,” tambahnya.

Dikatakan Mardjono, Bangsa Indonesia telah melewati masa yang dicapai oleh para pahlawan pendahulu.

Yaitu dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Saat ini generasi penerus termasuk pemerintah berkewajiban dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” jelasnya.

 

Sementara itu, Baskami Ginting mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan para veteran ke kantornya.

Baginya, kunjungan tersebut merupakan sebuah kehormatan.

“Ayah saya adalah veteran dan memiliki bintang gerilya. Saya wajib mendengarkan dari para bapak-bapak sekalian yang juga merupakan orangtua bagi saya,” jelasnya.

Baskami mengungkapkan, Bung Karno juga berpesan agar jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Menurutnya, saat ini banyak oknum-oknum yang lebih mementingkan kepentingan golongannya ketimbang kepentingan bangsa.

“Padahal kemerdekaan ini kata Bung Karno merupakan sebuah jembatan emas menuju masyarakat yang sentosa, adil dan makmur. Sayangnya masih banyak yang mau merusak jembatan emas ini demi kepentingan golongan saja,” ungkapnya.

Ia berharap cita-cita luhur para veteran untuk menanamkan rasa cinta tanah air serta nilai juang ’45 dapat didukung oleh semua pihak. (red)

Gantari TV

Tinggalkan Balasan

Aplikasi

  Temukan Kami di Google Play Store